Oleh: budiyana | Agustus 27, 2007

Klausula Arbitrase Vs Pengadilan dalam PKS Dipasena

Ada dua model ketentuan penyelesaian sengketa dalam kontrak bisnis dewasa ini. Pertama, ada yang memasang klausula arbitrase didalam kontraknya. Kedua, ada juga yang menentukan diselesaikan secara musyawarah diantara para pihak dan bila tidak terjadi kesepakatan maka diselesaikan ke pengadilan (contoh PKS Inti-Plasma Dipasena, Tulang Bawang Revisi Kesepakatan Bogor 2006). Pertanyaannya model mana yang paling menguntungkan, pertama apa yang kedua?

Bila mencantumkan penyelesaian perkara “….melalui musyawarah dan bila tidak terjadi kesepakatan maka para pihak menunjuk pengadilan negeri tulang bawang sebagai forum penyelesaian”, maka perlu diantisipasi bahwa putusan pengadilan tersebut belum final dan masih terbuka untuk banding dan kemudian kasasi, bahkan setelah kasasi masih memungkinkan untuk Peninjauan Kembali (PK). Bisa dihitung berapa sebetulnya cost dan waktu untuk penyelesaian melalui mekanisme ini yang dimungkinkan untuk berperkara di PN, PT, MA dan untuk PK.

Bila mencantumkan klaula arbitrase, maka setidaknya putusan badan arbitrase yang ditunjuk bersifat final dan mengikat. Jadi sekali arbiter ketok palu, maka harus dilaksanakan putusannya. Hitung-hitungan cost, waktu, dan kualitas putusan tentu hakim2 arbiter lebih baik. Jadi dalam kontrak dan sengketa bisnis terdapat guyonan dari para lawyer “amit-amit jabang bayi bila harus ke pengadilan”. Hehe


Responses

  1. eleh-eleh…. kalo elu pernah puas dengan pencapaian yang ada mungkin bukan budiyana yang gua kenal. bud terusin ya petualangan elu yang gua tahu you mampu n gw termasuk yang bangga ada angkatan gw yang gak cuma bisa nglamun tapi terus berkarya.
    oya komen ya…. ampe lupa, wacananya udah bagus tapi kalo bisa dituntasin dunk wacananya dengan uraian n kesimpulan yang lebih detil…..hehehe sori gw cuma komen. oya info neh bro’ elukan hobi nulis kenapagak coba nulis artikel tentang sengketa perbankan n ikutin di lomba penulisan artikel yang diselenggaraiin BI sipa tau bisa nambah resume elu lagian ada hadiahnya.

  2. Ha,,ha pa kabarnya teman? makasih sudah mampir. Iya, nanti dilengkapi dan ditindaklanjuti Pak, lagi belajar lagi ilmunya nih.

  3. halloo…
    klo kata dari daerah kami “Mejuah-juah”
    gimana ini bang, uda siap blum ujian tgl 8 besok?? mudah2an siap ya…
    ngomong2 aku juga lagi persiapan ni buat ujian besok…
    aku minta yolong dong bang klo ada, kira2 contoh soal essay arbitrase itu seperti apa?
    Thanks ya bang…
    salam kenal dr aku.

    VIVA JUCTICE

  4. Salam Kenal Juga Putra,
    Ya disiap-siapin ajah disertai doa semoga maksimal dan sesuai harapan.

    Untuk soal essay,saya juga lg cari-cari tu model soalnya seperti apa. Saya cuma punya model soal yang seperti ini, misal:

    Tuan A beralamat di…..,pekertaan….., No. KTP…..bermaksud menggugat Tuan B beralamat di….,pekerjaan….,No.KTP….di Pengadilan Negeri…..atas dugaan wanprestasi akibat dari suatu perjanjian diantara mereka. Pertanyaannya
    Buat SURAT KUASA KHUSUS dan SURAT GUGAT untuk kepentingan tersebut bila Anda ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh Tuan A?

    untuk model soal arbitrase,info dari seorang teman,tu tinggal diganti ajah nama PN dengan Arbitrase dilingkungan PN mana sama nama arbiternya. Saya jg belum tau secara pasti,tapi info ini mudah2an membantu. Ok. salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: