Oleh: budiyana | Januari 8, 2008

Meng-Updrage Girik Menjadi Sertifikat

Masyarakat terutama yang awam hukum, banyak sekali yang menganggap bahwa girik merupakan bukti kepemilikan atas bidang tanah. Hal ini tidak sepenuhnya salah, sebab memang demikianlah kenyataannya. Dengan pandangan dan kenyataan seperti ini, pemegang girik merasa memiliki hak atas bidang tanah dan seringkali ‘malas’ mengurusnya menjadi sertifikat.

Berdasarkan pengalaman pribadi, sebetulnya tidak terlalu sulit untuk meng-Upgrade girik menjadi sertifikat. Terlebih untuk saat ini dimana Badan Pertanahan Nasional sedang giat-giatnya mensertifikasi tanah, tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Untuk pengurusan sertifikat ini, setidaknya diperlukan waktu rata-rata 9 bulan. Adapun dokumen yang perlu dilengkapi adalah Asli Girik, Asli Akta Jual-Beli (dua dokumen ini diusahain tidak bermasalah), selebihnya dokumen pendukung seperti identitas pemohon (foto copy KTP), Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah, Surat Keterangan Kepala Desa/Kelurahan, IPEDA (dulu), PBB, dan dokumen pendukung lainnya. Dan satu lagi adalah Surat Kuasa apabila pengurusan dikuasakan kepada orang lain (selain pemohon).

Setelah dokumennya lengkap, prosedur dan alur pengurusannya setidaknya dapat digambarkan sebagai berikut:

Pertama, dokumen-dokumen yang disyaratkan diserahkan ke loket penyerahan berkas di kantor pertanahan setempat dan kemudian membayar biaya administrasinya. Disini pemohon akan mendapat Tanda Terima Berkas Permohonan dengan nomor dan tahun surat.

Kedua, petugas ukur (2 s.d 3 orang) dari BPN akan melaksanakan pengukuran bidang tanah bersangkutan dan petugas ini pula yang akan membuatkan peta bidang tanah pada folmulir isian yang ada di BPN.

Ketiga, setelah pengukuran, maka beberapa bulan kemudian dikeluarkan pengumuman terbuka oleh BPN. Pengumuman ini disampaikan ke kelurahan untuk diumumkan kepada masyarakat. Jangka waktu pengumuman ini ditetapkan selama 2 bulan.

Keempat, Bila tidak ada pihak yang mengajukan keberatan/sanggahan atas pengumuman tersebut, maka selanjutnya dikeluarkan Surat Ketetapan Kepala Kantor Pertanahan Setempat.

Kelima, selanjutnya masuk proses cetak setifikat (informasi yang penulis dapat sekitar 2 minggu). Dari prosedur 1 s.d 5 yang telah diuraikan diatas dikerjakan oleh Bagian Sekber BPN.

Keenam, bila tidak ada masalah, selanjutnya berkas diserahkan ke Kasi untuk dicek kelengkapan dokumennya dan diparaf pada beberapa bagian sertifikat yang sudah dicetak.

Ketujuh, bila tidak ada masalah, berkas diserahkan ke sekretaris Kepala Kantor Pertanahan untuk selanjunya ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan.

Kedelapan, bila sudah ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan, selanjutnya sertifikat diregistrasi terlebih dahulu untuk diberikan nomor dan tahun penerbitannya.

Kesembilan, selanjutnya proses penyerahan sertifikat di loket penyerahan Kantor Pertanahan. Disini pemohon menyerahkan Tanda Terima Berkas Permohonan Asli, bila dikuasakan kepada orang lain, maka harus disertai dengan surat kuasa pengambilan setifikat.

Demikianlah cara meng-“Upgrade” Girik menjadi sertifikat. Uraian ini didasarkan pada amatan dan pengalaman penulis sendiri di tahun 2007. Semoga informasi ini bermanfaat.


Responses

  1. OK nih artikel. Pinjam ya.. buat referensi dan

    salam kenal

  2. artikelnya bgs n bermanfaat bgt!!!ak download y…??!!makasi sbelumnya,lam knl
    n-jel

  3. bagus artikelnya, boleh khan sy download?
    tapi mau nanya dikit nich, kenapa kok bisa terjadi setelah jadi sertifikat kok luasnya berkurang. Ktnya notaris yg ngurus berkurang krn ada potongan utk jalan (fasum)? apa emang bgt??? tks banget atas jawabannya.
    salam kenal ya

  4. sangat terbantu sekali dengan jawaban anda, thanks

    • @ Alfons
      Sama-sama Alfons,,dan terima kasih sudah mampir. he,,

    • @ Alfons
      Sama-sama Alfons. Thanks

  5. bgs artikelnya, izin untuk bahan referensi ya dan salam kenal

  6. Mas Budi, sangat membantu sekali bagi newbie seperti saya. Ijin untuk dimasukkan di blog saya.

  7. makasih kang infonya, repot2 brosing ktemunya ente juga. super sekali. segera di aplikasikan deh. sukses slu ya. trims byk :)

  8. Makasih infonya…

  9. mas, saya berencana membeli rumah dgn status girik :
    1. dari warisan yg tidak akta jual belinya, apakah bisa tanpa ajb ya mas ?
    2. bagaimana ilustrasi cara menghitung biaya pengurusannya dgn luas tanah 7 x 7 m2 ?

    Terima kasih banyak mas Budi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: