Oleh: budiyana | Juni 20, 2008

Surat Terbuka Kepada PERADI

Bandung, 20 Juni 2008

Kepada Yth.

Sekretariat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)

Selamat Siang,

Saya, Budiyana, SH, Calon Advokat lulus UPA 8 Desember 2007. Saya menyerahkan berkas magang ke Peradi pada tanggal 28 April 2008. Menurut informasi semula, bahwa izin sementara sudah bisa diambil dua minggu setelah penyerahan berkas. Namun sampai dengan saat ini, sudah mendekati dua bulan, izin belum keluar juga. Saya dapat memaklumi keterbatasan Peradi sehingga izin sementara menjadi molor, molor, dan molor terus.

Sudah banyak rekan-rekan sesama calon advokat yang saya pikir sangat kecewa dengan keterlambatan ini. Bagaimana tidak? dari proses PKPA, UPA, dan Magang Advokat, rekan-rekan calon advokat telah banyak mengorbankan waktu, biaya dan pikiran. Bayangkan! hampir setahun sudah saya pribadi memfocuskan diri untuk meraih Officium Nobile ini, dimulai PKPA bulan Juli 2007, UPA bulan Desember 2007, Pengumuman hasil UPA bulan Januari 2008, Penyerahan berkas magang bulan April 2008, dan sampai dengan saat ini (hampir bulan Juli–genap 1 tahun) Izin Sementara belum juga keluar. Alangkah panjangnya jalan yang harus ditempuh, sehingga tidak mengherankan banyak rekan yang telah lulus UPA mengurungkan niatnya untuk menjadi Advokat. Apa sih yang diinginkan oleh Peradi??? Mohon penjelasan?

Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan, PKPA (5jt), UPA (750rb), dan lain-lain selama menunggu Izin Sementara keluar? Ditambah lagi, sebagian besar kantor advokat yang menerima magang tidak memberikan honor alias gratis. Qou vadis calon Advokat Indonesia??? keterlambatan keluarnya Izin Sementara jelas menambah deretan “penderitaan” calon advokat. Keterlambatan ini membunuh perlahan-lahan semangat calon Advokat!!! Pelakunya adalah Peradi sendiri. Mohon penjelasan?

Apabila ini mencerminkan kinerja Peradi, maka kedepan tidak mengherankan satu per satu para calon advokat akan beralih dan memperkuat posisi tawar KAI. Calon Advokat pasti merasakan, mengalami dan melihat mana yang memberikan manfaat lebih dan serius.

Salam,

Budiyana.

About these ads

Responses

  1. sudah berpikir mau pindah ke KAI yaa

  2. [...] resah, karena ijin sementara sebagai advokat magang belum lagi keluar. Ia sampai harus membuat surat terbukanya kepada sekretariat Peradi. Untunglah, penjaga gawang sekretariat Peradi ini dengan ramah berusaha [...]

  3. Kenapa gak ambil jalan pintas aja, mas kayak temen saya Adi Setya, SH. & Fauzan Hakim, SH. calon advokat PERADI asal Prop. Bangka-Belitung. walaupun dinyatakan TIDAK LULUS pada ujian advokat tahun 2007 kemarin tp sudah punya Izin sementara dan sudah bisa beracara. Saya juga udah punya ancang-ancang utk ambil shortcut kaya’ gitu, agar bisa tetap beracara walaupun tidak harus “membelot” ke KAI.

  4. Bung, anda sangat bermental kekanak2an. Saya adalah peserta PKPA angkatan pertama:
    1.Maret 2005 Diseleksi untuk bisa ikut PKPA melalui ujian placement test di balairung UI, dari ribuan saya bersyukur bisa lulus tesnya adalah
    kemampuan TPA dan Bahasa Inggris

    2. Ikut PKPA angkatan I di UI dari April 2005 selama 3 bulan dengan kewajiban hadir mimum absensi jika tdk salah saat itu 90%

    3. Ujian Advokat baru 4 februari 2006

    4. tanggal 9 maret 2006 hasil ujian diumumkan

    5. setelah lulus maret 2006 itu baru memberikan kelengkapan bukti magang.

    6. baru dilantik Agustus 2007.

    Dari proses ujian placement test s.d. pelantikan 2 tahun 6 bulan

    sedangkan dari kelengkapan magang sampai dilantik 1 tahun lebih.

    anda baru menyerahkan kelengkapan magang pada tanggal 28 April 2008 tapi anda sudah protes.

    Jika anda berani dan berjiwa besar, tampilkan response saya ini. thanks

  5. Kalo pengalaman saya di palembang banyak mantan peserta ujian peradi yang bukan saja kecewa tapi sudah stres, bayangkan rata rata sudah 2 3 kali mengikuti tes ujian peradi tapi tidak lulus berarti sudah 3 tahun , sedangkan soal ujian itu itu saja yang menurut mereka sudah hapal dan diluar kepala,yang lulus paling 5 %
    jadi dimana letak kesalahannya tolong di umumkan secara tranfarans dan tidak menyusahkan orang banyak
    tolong sistimnya diperjelas dan diperbaiki

  6. buat yang YANG MENGATASNAMAKAN NENENG BANGKA BELITUNG, TOLONG
    BUKTIKAN BAHWA ADYSTIA S SH TIDAK PUNYA IZIN ADVOKAT, LAPOR POLISI DONG
    JANGAN KAYA TIKUS KAMPUNG, KOMENTAR DOANG..TIDAK BERTANGGUNG JWB
    SAYA KASIAN LIAT ANDA DAN PRIHATIN.. MAU JD ADVOKAT HARUS CERDAS
    IKUT UJIAN PERADI DONK..IKUT BUKTIKAN KEMAMPUAN ANDA. TLG SBTKAN
    DASAR YURIDIS KAI. GAK MAMPU IKUT UJIAN PERADI?? KASIAN UDAH IKUT KAI
    AJA DAH GAMPANG, UDAH LULUSKAN. TOLONG LAPOR POLISI KALO SAYA
    IZIN ADVOKAT PALSU DONG…
    TGGU LAPORAN POLISI SAYA DIPOLDA BABEL ATAS KIRIMAN KOMENTARNYA…

  7. buat yang YANG MENGATASNAMAKAN NENENG BANGKA BELITUNG, TOLONG
    BUKTIKAN BAHWA ADYSTIA S SH TIDAK PUNYA IZIN ADVOKAT, LAPOR POLISI DONG
    JANGAN KAYA TIKUS KAMPUNG, KOMENTAR DOANG..TIDAK BERTANGGUNG JWB
    SAYA KASIAN LIAT ANDA DAN PRIHATIN..

  8. Kunjungan Kenegaraan… hehehe…

    Tukeran link ya bos.

  9. Hidup memang perjuangan Mas…
    Semakin sulit proses, semakin bernilai hasilnya.

    Semoga profesi ini benar-benar menjadi profesi yang Officium Nobile.

    Salam

  10. Saya adalah salah satu peserta PKPA 2008. saat ini berniat ikut ujian yang akan dilakukan bulan Desember mendatang. mohon penjelasan, berapakan nilai kelulusan UPA (passing grade|) sehingga dapat dinyatakan lulus? apakah pada tiap daerah pendaftaran batas kelulusan berbeda? trima kasih

  11. Benar tidak siy Peradi adalah satu-satunya yang berhak memberikan ijin advokat serta melaksanakan segala yang termaktub dalam UU Advokat ? pusing dech.

    • @ Kharis,SH
      Biarkan sejarah yang menjawabnya Bung Kharis,,,,hehehe. Bagi saya pribadi yang penting bisa beracara dulu.

  12. saya termasuk advokat yg lulus pada UPA Peradi angkatan pertama, dan telah dilantik pada november 2008 (kurang lebih 2 th setelah lulus UPA Peradi), kalo memang mau cepat seharusnya jangan izin semnetara yg dimohon, tapi ijin advokat-nya yg diminta, kan di peraturan peralihan peradi ttg calon advokat kan ada, dari pada nunggu ijin sementara, kalo waktu saya see memang sedang nunggu usia 25 tahun dulu, berhubung waktu lulus ujian advokat masih usia 23 th.

    jadi yang sabar yaaa

  13. pada ribut2 seperti tdk tau demokrasi saja..
    biarkan semua berjalan apa adanya..
    saya saja udah 3x ujian dan baru lulus.
    saya tdk pantang menyerah..
    krn anda yg penting lulus dulu.
    yg lainya tinggal menunggu saja..tdk perlu menggebu gebu..akhirnya kan jg dilantik.
    klo saya, punya ijin langsung pun..saya masih harus banyak belajar..
    krn tdk bisa anda langsung pintar..krn kepintaran itu butuh waktu dan pengalaman dan koneksi jg kepercayaan. jd sudah lulus ujian tdk usah susah, liat yg tdk lulus to..mereka lebih susah lg..
    bersyukurlah..

  14. kenapa sih PRADIN,PRADI,DAN KAI BISA PECAH APA GAK ADIL BAGI2 KUENYA saya berharap semua kembali kondusip banyak anak bangsa yang masih barharap menjadi pejuang hukum,sekarang toh cita2 kek jd mimpi aja

  15. kepada bapak otto hasibuan ,SH kapan di adakan lg pendidikan ADVOKAT &UJIAN ADVOKAT krena berdasar kan isu2 yang berkembang untuk sementara ini di tiadakan sebelum terjadinya perdamaian dari PRADI,PRADIN,DAN KAI saya sangat menunggu informasinya saya sekarang ini berada di medan sumatra utara,

  16. sema No 52 menyebutkan bahwa para hakim pengadilan tinggi dilarang melakukan pelantikan terhadap para calon Advokat baik yang tergabung dalam PERADI maupun KAI.
    PERADI sebagai Organisasi tunggal Advokat harus bersikap atas SEMA No 52 tersebut karena hal ini sangat menghambat dan merugikan para Calon Advokat yang bergabung dalam PERADI.
    Mohon DPN PERADI memberi solusi dan Penyelesaian bagi kami para calon Advokat.
    Mohon ada jawaban dan mungkin saya di beri tahu kapan akan diadakan pelantikan selanjutnya dari PERADI.
    terimakasih.

  17. saya lulus ujian advokat bulan oktober 2009 kemarin, semua contoh surat-surat magang yang diperlukan untuk magang sudah saya dapatkan dari internet (situs peradi.or.id) tapi saya bingung gimana selanjutnya mau diapakan surat-surat tersebut sedangkan di pengumuman peradi tidak dijelaskan selanjutnya untuk mengurus surat-surat tersebut. tolong gimana selanjutnya apabila sudah ada contoh surat-surat yang diperlukan untuk magang. nomor hp. saya 0813673644521

  18. Kepada Yth Peradi Pusat c.q Peradi Sumut:
    Mhn ditindak Ridwan Rangkuty SH, MH, advokad Peradi di Tapanuli Selatan. karena etikanya tidak berpihak pada keadilan masyarakat. Mendua, ambivalen dlm memberikan nasihat hukum kpd dua pihak berperkara. Contoh konkret kasus Persatuan Sepakbola Psidimpuan, ada di Harian Waspada edisi 18 Juni 2012. Terimakasih.

    • Di pengadilan Ridwan Rangkuty SH, MH menjadi advokad terdAkwa melawan Pemko Psidimpuan. Dengan dalil hukum yg kontradiktif, skrg menjadi advokad walikota Psidimpuan dalam upaya mengelak dari t.jawab dugaan korupsi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: