Oleh: budiyana | Januari 26, 2009

Touring to Garut Jawa Barat

posko-garut1Siapa yang tidak kenal Garut? Kota dodol,,Kota Kerajinan Kulit,,Kota Es Doger,,Kota Artis,,he,,,Kota,,Wisata juga,,,Kota,,,dll.  Saya punya pengalaman menarik di daerah yang namanya Garut ini, tepatnya awal tahun yang lalu (2007) selama kurang lebih 5 bulan. Saat itu saya bekerja sebagai Fasilitator Program Bantuan Hukum.

Saya tidak akan ceritakan kerjaannya disini, tapi yang saya ingin ceritakan  adalah touring-nya, ketika saya dan si Thundi  ’08 menjadi teman sejati  berpetualang di 5 wilayah di Garut. Ke-5 wilayah tersebut saya lingkari dengan bulatan pada gambar Peta disamping ini, yaitu (dari atas ke bawah kemudian samping kiri):

(1) Desa Pangeureunan, Kecamatan Balubur Limbangan. Pada peta disamping posisinya ada pada bulatan paling atas. Di desa ini terdapat organisasi tani Gatawa (Gerakat Petani Tawakal).

(2) Desa Sukawargi, Kecamatan Cikajang. Pada peta di atas, posisinya ada pada bulatan kedua setelah Desa Pangeureunan. Di desa ini terdapat organisasi tani Puncak Cemara Dua. Wilayah ini lebih dikenal dengan sebutan Solecta.

(3) Desa Cipanggramatan, Kecamatan Cikajang. Pada peta diatas, posisinya ada pada bulatan ketiga setelah Desa Sukawargi.

(4) Desa Girimukti dan Cisewu, Kecamatan Cisewu. Pada peta diatas, posisinya paling bawah sebelah kiri. Di wilayah ini terdapat organisasi Himpunan Petani Cigembong (HPC).

Bila dilihat sekilas saja, maka secara kasat mata untuk menjangkau lokasi tersebut tidak bisa ditempuh sekaligus sekali jalan dengan menggunakan sepeda motor. Selain karena lokasi wilayahnya yang menyebar dan berjauhan, juga konsisi jalan yang berbukit-bukit cukup menguras tenaga sehingga harus cukup istirahat untuk melanjutkan misi perjalanan. Terlebih musim penghujan banyak sekali titik-titik rawan longsong terutama jalur Pangalengan-Cisewu, dan daerah batu tumpang ke arah Desa Cipangramatan (Badega).

Touring Ke Cisewu

Akses termudah dan terdekat ke Cisewu adalah melalui jalur Pangalengan (Kab. Bandung)-Cisewu. Jarak tempuh kurang lebih 110 km dari Kotamadya Bandung dengan waktu perjalanan sekitar 4 sampai dengan 5 jam. Jarak tempuh ini hampir mirip jarak tempuh Bandung-Cianjur (111Km). Sedangkan bila menggunakan jalur Nagreg, Kota Garut dan Kemudian Cisewu, akan menempuh jarak sekitar 180 Km dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 6 sampai dengan 7 jam bahkan bisa lebih bila musim hujan. Jalur ini lebih jauh dan lama sebab rute perjalanan memutar. Saya sendiri biasa menggunakan jalur Pangalengan- Cisewu.

Bila menggunakan rute Pangalengan-Cisewu dari Kota Bandung. Arah masuk pangalengan bisa ditembuh melalui jalur Banjaran atau Soreang. Saya biasa menggunakan jalur Banjaran-Pangalengan. Mungkin touring akan sedikit terganggu di sekitar Baleendah dan Banjaran yang disebabkan ruas jalan menyempit di wilayah pasar dan terminal. Pasca melewati Baleendah dan Banjaran, menuju Pangalengan cenderung lancar dan mulai jalan berbukit yang udaranya cukup segar.

Memasuki terminal Pangalengan akan ketemu dua arah jalan, ke kiri dan kanan. Arah Cisewu ke arah kanan menuju tempat wisata Situ Cileunca. Saya sering beristirahat di warung untuk sekedar ngopi dan beristirahat memulihkan stamina, sambil nyantai menikmati indahnya Situ atau Danau Cileunca dan suasana pertanian disana. Bila cuaca dingin, minuman Bandrek menjadi pilihan utama. Harganya cukup bersahabat sekitar Rp 2000 rupiah per gelas. Disini saya sarankan untuk beristirahat cukup sebab perjalanan selanjutnya akan menemui medan jalan yang lebih berat, berliku-liku dan turun naik. Dibutuhkan extra hati-hati juga dalam perjalanan mengingat dibeberapa titing terdapat tebing yang cukup curam dan biasanya bila musim hujan rawan longsor.

Jalur Pangalengan-Cisewu kira-kira berjarak tempuh 70 KM. Jalan relatif sepi dan biasanya hanya beberapa kendaraan saja yang lewat, namun demikian kondisinya cukup aman. Ada beberapa warung dipinggir jalan yang bila lelah dapat dijadikan tempat beristirahat sejenak. Setelah kurang lebih menempuh perjalanan 40 KM dari pangalengan, maka sampailah di perbatasan Kabupaten Bandung (Pangalengan) dan Kabupaten Garut (Kecamatan Talegong). Dari kecamatan Talegong ke Cisewu kurang-lebih berjarak 30 KM.

Memasuki kecamatan Cisewu akan terdapat sungai besar “walungan Cilaki’ kata orang sana. Menurut informasi, sungai tersebut mengalir sampai ke wilayah Cianjur. Dari sungai Cilaki ke Cisewu (tempat tujuan) kurang lebih menempuh waktu 1 jam lagi. Setelah kurang lebih 1 jam, maka akan ketemu dengan kampung yang namanya Cibengang. Cibengan ini sudah masuk desa Cisewu kecamatan Cisewu. Di Cibengan saya biasa beristirahat di warung dan tempat tambal ban. Di tempat inilah warga yang akan menuju ke desa Girimukti biasanya berkumpul menunggu jemputan atau ojek. Dari Cibengan ke sekretariat HPC kira-kira berjarak 2 kilo meter dengan jalan yang menanjak cukup terjal. Kondisi jalannya tanah dan bebatuan, sehingga bila musim hujan akan sangat sulit mengakses ke sana. Dari sekretariat HPC ke kantor Desa kira-kira masih berjarak 8 kilo meter dengan kondisi jalan tanah dan bebatuan, serta ada sekitar 2 kilo meter yang sudah di beton.

Touring ke Desa Sukawargi atau Solecta

Solekta secara fisik berada dan cukup dekat dibawah kaki Gunung Papandayan. Udaranya sejuk dan dingin. wilayah ini merupakan areal pertanian sayuran seperti wortel, tomat, kentang, dll. Akses jalan kewilayah ini relatif mudah. Dari tempat saya tinggal (Cicalengka Kab. Bandung) kurang lebih berjarak 70 Kilo meter dengan rute jalan berturut-turut Cicalengka-Nagreg-Leles-Garut Kota-Cikajang. Dengan waktu touring kurang lebih 3-4 jam.

Perlu diperhatikan pada saat memasuki Cikajang, yaitu di pertigaan Papanggungan. Ada pilihan arah, kiri dan kanan. kekiri itu menuju kota kecamatan Cikajang, Pasar dan terus ke arah Desa Cipangramatan. Untuk ke Solekta, pilih arah yang ke kanan menuju dan akan melewati Batalyon Yonif 303.

Touting ke Desa Cipangramatan atau Badega

Akses menuju Badega sama halnya dengan Solecta. Perbedaan arahnya ketika dipertigaan Papanggungan. Bila ke Solecta mengambil arah yang kekanan, maka untuk menuju Badega mengambil arah yang kekiri. Dari tempat saya tinggal (Cicalengka Kab. Bandung) kurang lebih menempuh jarak 83 kilo meter dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam. Badega memiliki udara yang cukup dingin bila dibandingkan dengan Solecta terlebih ketika malam hari. Udara dingin bisa menusuk sampai tulang.

Akses menuju Badega juga sering terhadang oleh kabut tebal. Bila turun hujan jarak pandang bisa hanya 1 meter saja terutama daerah sekitar batu numpang. Untuk touring ke wilayah ini lebih baik kendaraan dipasang lampu anti kabut. Kabut ini biasanya akan terjadi dari mulai pukul 5 sore sampai dengan pukul 9 malam. Bila terjadi kabut tebal, saya biasa beristirahat diwarung kopi, menunggu beberapa saat untuk memastikan jarak pandang aman. Bagi yang belum terbiasa dan kendaraan tidak dilengkapi lampu anti kabut sebaiknya menunggu beberapa saat sebab lalu lalang kendaraan cukup padat khususnya truk-truk pengangkut sayuran.

Touring Ke Desa Pangeureunan

to countinue ,,,,,


Responses

  1. asa wararaasnya bud; the best fasko di RLA program hanjakal ku hanjakal kudu pipirakan tapi syukurlah jadi peluang pikeun budi oge leuwih maju;sok atuh amengan ka kantor abong2 geus sibuk ayeuna mah:)

  2. ngomong ngomong, kalo butuh info tentang rute angkutan di indonesia, silahkan kunjungi Rute Transportasi Angkutan Umum di Indonesia. sukur sukur klo di tongkongin ke daftar blogroll nya… he he he …

  3. jadi kepengen ke Cisewu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: