Oleh: budiyana | Agustus 28, 2009

Dunia Baru: Dunia Properti

Maraknya bisnis properti sekarang ini menarik perhatian saya. Terlebih menurut para analis properti akan terjadi “bomming” properti di Indonesia pada tahun 2011-2013 sejalan dengan membaiknya fundamental bisnis properti di tanah air sekarang ini. Itu berarti, properti di Indonesia akan terus bertumbuh dan bertumbuh lagi. Bayangkan, bagi lawyer muda pasti kebagian rezeki (peluang) asalkan mempersiapkan sejak dini di bidang hukum properti. Terlebih berdasarkan pengalaman pribadi, jarang ada lawyer di Indonesia yang paham mengenai hukum properti secara paripurna.

Bila diliat aspek hukumnya, maka dalam lingkungan bisnis properti akan melingkupi sekurang-kurangnya 6 lingkup kajian hukum, yaitu hukum pertanahan/agraria, hukum administrasi (masalah perizinan), hukum bangunan/konstruksi, hukum perpajakan, hukum perlindungan konsumen, hukum perjanjian, dll. Nah, menarik bukan?

Perlu diakui bahwa “hukum properti” di Fakultas Hukum tidak dipelajari atau bahkan mata kuliahnya tidak ada atau dapat dikatakan langka sekali fakultas hukum yang mengajarkan hukum properti. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah belajar secara otodidak dan bertanya pada orang yang tepat.

Saya terinspirasi untuk kedepan mem-posting lebih banyak hal-hal yang menyangkut hukum properti, baik secara teori maupun praktik (berdasarkan kasus yang terjadi). Semoga nantinya bermanfaat bagi semua. Amien.


Responses

  1. Aspek hukum cukup penting bagi kita yang bergelut di dunia properti untuk memperoleh jaminan atas kelengkapan dokumen rumah atau objek properti lainnya, bagi pemula yang akan menekuni bisnis properti ada baiknya mengklik link ini http://www.propertifree.com/?id=kiki , karena akan memberikan gambaran bagaimana menekuni bisnis properti yang dapat memberikan penghasilan yang tak terduga.

  2. saya sepakat bahwa kini banyak lawyer yg tdk begitu paham semua ttg seluk beluk hukum properti. karena hukum pertanahan/agraria itupun kajiannya sangat luas baik secara teori maupun praktik yang super duper “njelimet” (bagi awam hukum), kemudian untuk hukum perijinan menurut saya tidak lah terlalu “njelimet” krn semua berkaitan dgn persyaratan atas suatu objek dan skr sudah ada sistem “one roof” di BPT, tapi ini pun pada praktiknya ada saja kendalanya.
    masukan 1 lagi gan yg ketinggalan yaitu hukum asuransi..

    salam hangat

    barayabogor


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: